Slippytown.com

Beberapa Kota Mati Yang Mengerikan Di Dunia

Akalasia adalah

Akalasia adalah

Apa itu akalasia? Menurut dr. Tjin Willy dari alodokter.com Akalasia adalah kondisi
di mana hilangnya kemampuan kerongkongan untuk mendorong makanan atau minuman dari
mulut ke lambung. Penyakit ini cukup langka dan dapat menyerang orang dari berbagai usia,
biasanya kebanyakan penderita berusia paruh baya dan yang mengalami gangguan autoimun.
Lalu apa yang menyebabkan terjadinya akalasia? Penyakit ini terjadi ketika saraf mengalami
kerusakan pada dinding kerongkongan yang menghubungkan mulut dan lambung sehingga
organ berhenti berfungsi secara normal. Penyebab utama rusaknya LES (lower esophageal
sphincter) belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga
berpotensi meningkatkan resiko dari penyakit akalasia sebagai berikut.

  1. Faktor keturunan
    Orang tua yang menderita akalasia dapat menurunkan penyakitnya pada sang anak.
  2. Infeksi virus
    Salah satu virus yang dapat menjadi pemicu resiko penyakit akalasia adalah herpes.
  3. Gangguan sistem imun
    Penyakit ini diduga disebabkan kesalahan sistem imun yang menyerang saraf
    kerongkongan sehingga menurunkan fungsinya.
    Bagaimana cara mengetahui penyakit ini? Kamu dapat melihat dari gejala dan
    diagnosa terhadap penyakit tersebut. Kamu dapat berkonsultasi kepada dokter dan untuk
    memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti berikut.
  4. Esofagografi
    Ini merupakan salah satu tes pencitraan untuk mendapat gambar kerongkongan secara
    detail. Pasien diminta untuk menelan cairan zat pewarna yang mengandung barium agar
    kerongkongan dapat terlihat jelas hingga mendapatkan hasil rontgen yang detail. Menurut

halodoc.dom pada pengidap alakasia, LES tidak dapat mengendur dengan benar hingga
terjadi penumpukan makanan pada bagian bawah kerongkongan atau sering pula naik
kembali.

  1. Endoskopi
    Ini merupakan alat fleksibel yang menggunakan kamera di bagian ujungnya dan
    dimasukkan ke bagian bawah kerongkongan. Alat ini digunakan agar dokter dapat memeriksa
    kondisi dari dinding kerongkongan dan lambung penderita lewat kamera.
  2. Manometri
    Alat ini akan merekam aktivitas dan kekuatan dari kontraksi otot dan memeriksa
    tekanan yang muncul di LES. Bentuk alatnya menyerupai tabung plastik kecil yang fleksibel
    dan dimasukkan melalui hidung menuju tenggorokan.
  3. Biopsi
    Ini merupakan tes yang dapat dilakukan untuk mengecek keberadaan dari tumor.
    Caranya dengan mengambil sampel jaringan dan diperiksa dengan mikroskop.
    Jika mengidap penyakit ini, terdapat beberapa kompulasi yang diakibatkan oleh
    akalasia, yaitu pneunomia yang mengakibatkan masuknya makanan ke dalam paru-paru,
    perforasi esofagus yaitu di mana kondisi dinding kerongkongan yang robek, regurgitasi yaitu
    naiknya asam lambung atau makanan yang menunpuk kembali ke kerongkongan, serta
    kanker esofagus yang menyebbkan tersumbatnya kerongkongan oleh makanan yang tidak
    dapat masuk ke lambung.
    Lalu bagaimana dengan pengobatannya? Dilansir dari hellosehat.com sampai
    sekarang ini diketahui bahwa penyakit akalasia adalah penyakit yang belum ada obatnya.
    Namun, terdapat beberapa pengobatan khusus untuk membantu meringankan gejala dan
    mencegah komplikasi bagi penderita. Tentunya informasi pengobatan tidak sebagai pengganti
    saran medis, penderita harus langsung berkonsultasi dengan dokter untuk mengobatan yang
    lebih tepat. Penderita dapat mengurangi tekanan pada sphincter kerongkongan bawah untuk
    memperbesar sphincter dengan alat khusus atau balon, penderita juga dapat menggunakan
    obat-obatan seperti nitrat kerja-panjang untuk menurunkan tekanan pada sphincter. Dokter
    juga dapat menyuntikkan botox pada sphincter untuk membesarkan kerongkongan.
    Jika kamu penderita dari akalasia, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar tidak
    terjadi komplikasi. Akalasia adalah penyakit yang tentunya tidak dapat dianggap sepele
    karena termasuk penyakit langka dan belum ada obat untuk menyembuhkannya.

Stacey Myers